Menanti Hari Kepulangan
Aku tak tau apa yang akan terjadi nanti ketika aku sampai di
rumah dan berjumpa dengan kedua orang tuaku, kakakku setelah sejak 12 Agustus
aku tidak bertemu mereka.. Menahan tangis? Memecah tangis? Atau..... Ah, entahlah...
12 Agustus 2013, ya, aku masih ingat, saat itu aku
berpamitan kepada kedua orangtuaku. Kala itu, aku tidak menangis. Aku menahan
tangis. Jelas. Aku tak ingin terlihat rapuh dan lemah. Aku kuat.
Bagaimana rasanya menjadi anak kosan untuk pertama kalinya
dan anak perantauan yang jauh dari rumah? Aku sudah mencicipinya, kawan. Rindu?
Pasti. Bertahan menahan sesaknya rindu kepada orang tua dan kakak disana. Aku mencoba
untuk tidak menangis disini. Ku buktikan bahwa aku bisa. Ya, aku bisa. 12
agustus – 23 desember tidak pernah pulang dan berjumpa dengan orangtua dan
kakak.